Tuesday, 16 April 2013

"AWW !"

         Awwww ! Teriak kinanti dengan ekspresi sangat histeris. Pagi itu dia terlihat sangat kebingungan dan kaget melihat kelincinya tidak ada di kandangnya. Dia berlari kesana kemari untuk mencari kelincinya, sampai ia tidak menyadari bahwa waktu telah menunjuk pada pukul setengah tujuh pagi.
“Kinan, kamu mencari apa?” kata ibu Kinanti.
“Itu bu, saya sedang mencari kelinci” jawab Kinanti.
“Haduh nduk, kamu ngak lihat apa ini sudah jam berapa? Kamu mau telat masuk sekolah?”
“Iya bu, Kinan tahu, tapi bagaimana dengan kelincinya bu?” seru kinan dengan nada memelas.
“Udah nanti ibu coba cari, insyaallah kelincinya bisa ketemu” jawab sang ibu menenangkan Kinan.
“Baik bu, terimakasih ya bu, maaf kinan malah jadi ngrepotin ibu” balas kinan.
“Walah, tidak apa apa nak, kelinci itu kan juga sudah milik keluarga, jadi sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan merawatnya” jawab ibu.
“Iya bu, ya sudah, Kinan berangkat ke sekolah dulu ya bu, segera kabari Kinan ya bu kalau kelincinya sudah diketemukan !” seru Kinan.
“Oke, hati – hati ya nak” perintah Ibu.
          Dengan terburu – buru Kinan segera berangkat ke sekolah, untung saja sekolah Kinan tidak begitu jauh dari rumahnya, jadi Kinan tidak terlambat sampai di sekolah.
          “Fiuh, akhirnya sampai juga di sekolah, untung aja ngak telat” seru kinan sambil mengelap keringat yang tercucur di dahinya karena ia berlari.
          Pada saat pelajaran, Kinan hanya melamun dan termenung, sampai sampai ia tidak menyadari bahwa guru Bahasa Indonesia telah meminta Kinan untuk membaca suatu cerita. Oleh karena Kinan tidak memperhatikan lalu ia dihukum. “Sungguh hari yang sangat sial” kata Kinan dalam hati.
          Sepulang sekolah, ia segera berjalan menuju ke rumahnya, pada saat perjalanan, Kinan merasa takut kalau kalau kelincinya tidak akan ditemukan. Pada saat ia sudah sampai di rumah, ia sangat sedih dan kecewa melihat kenyataan bahwa kelincinya belum diketemukan, padahal ia dititipi pesan oleh kakaknya yang sedang kuliah di luar kota untuk menjaga dan merawat kelinci tersebut dengan baik karena kelinci tersebut adalah kelinci kesayangan kakaknya sebagai kado ulang tahun dari pacarnya.
          Saat itu juga Kinan pergi berkeliling untuk mencari sang kelinci dengan bulu abu – abu yang sangat halus itu. Karena ia sangat lelah, ia duduk di sebuah taman dan termenung serta melamun.
“Door ! seru seseorang.
          Kinan langsung terbangun dari lamunannya itu. Ia merasa sangat kaget dan terkejut karena orang tersebut tidak ia kenali. Lalu Kinan bertanya  “Siapa ya kamu?”
“Ahh, kamu, masak sih lupa sama aku? Jawab orang tersebut.
“Gak penting ah !” jawab Kinan lalu Kinan pergi.
“Tunggu !” seru sang cowok sambil memegang tangan Kinan.
“Ih, apaan sih? Pegang – pegang”  jawab Kinan.
“Ingatkah dirimu bahwa aku adalah teman masa kecilmu? Seru sang cowok dengan suara lirih.
Apa? Kamu Jason? Teman TK ku dulu? Tanya Kinan dengan ekspresi yang sangat kaget.
“Iya, ini aku Jason, teman masa kecilmu” jawab Jason.
“Oalah kamu, eh gila, sekarang kamu udah beda banget, dulu itu kamu culun banget, sekarang udah cool je” kata Kinan pada Jason sambil tertawa terbahak bahak.
          Setelah mengetahui bahwa orang tersebut adalah Jason, Kinan berbincang – bincang cukup lama dengannya, Kinan juga menceritakan tentang kelincinya yang hilang. Lalu Jason berjanji ia akan menemani Kinan mencari kelincinya yang hilang esok hari. Dengan bercerita pada Jason dan mendengar janji tersebut, Kinan merasa lebih tenang.
          Keesokan hari telah tiba. Sepulang sekolah Kinan bersemangat sekali karena ia akan pergi dengan Jason untuk mencari kelincinya yang hilang. Dan akhirnya mereka berdua bertemu dan bersama – sama berkeliling mencari kelinci Kinan yang hilang.
Pada suatu jalan, tepatnya di sudut sisi jalan tersebut terlihat seekor binatang yang mirip dengan kelici, Kinan segera berlari dan menemui binatang tersebut, setelah ia lihat ternyata binatang tersebut bukan kelincinya yang hilang. Kinan merasa sangat kehilangan harapan pada saat itu, ia merasa bersalah karena tidak dapat menjalankan tugas dari kakaknya dan tidak dapat menjaga kelincinya dengan baik. Karena hari sudah petang, Kinan dan Jason kembali ke rumah masing – masing.
           Malam itu, Kinan bermimpi bahwa kelincinya ditemukan, di mimpi itu Kinan sangat senang, tetapi saat Kinan terbangun dari tidurnya, ia sangat kecewa dan sedih karena ternyata itu hanyalah mimpi. Walaupun begitu, Kinan percaya bahwa cepat atau lambat ia akan menemukan kelincinya yang hilang itu.
Hampir setiap hari, Kinan berangkat ke sekolah dengan ekspresi sedih, tanpa henti ia selalu memikirkan kelincinya yang hilang, ia pun belum bilang pada kakaknya bahwa kelincinya telah hilang. Ia tidak bisa membayangkan jika kakaknya tau tentang hal ini, maka dari itu Kinan berniat menyembunyikan hal ini. Adik Kinan yang bernama Anggi juga turut sedih dan ia juga turut mencari kelinci tersebut namun hasilnya masih nihil.
           Tanpa disangka, saat Kinan sedang duduk di halaman rumah, tiba – tiba ada suara, suara itu tidak asing lagi bagi Kinan dan Kinan sangat terkejut melihat bahwa kelincinya yang hilang telah kembali. Ia tak pernah menyangka bahwa kelincinya akan kembali dengan sendirinya, dan hari itu Kinan dan keluarganya merasa sangat senang dan pada saat itu pula Jason datang ke rumah Kinan, dan akhirnya mereka bermain bersama dengan kelinci tersebut.
           Pagi harinya Kinan sangat bersemangat sekali pada saat mau berangkat ke sekolah, berbeda dengan hari biasanya, namun siapa sangka saat pulang sekolah dan berniat ingin memberi makan kelinci, didapatinya kelincinya sedang merasa kesakitan karena kakinya terjepit oleh kandangnya sendiri.
           Semuanya terlambat, benar – benar disayangkan, Kinan terlambat mengetahui hal tersebut. Walaupun Kinan sempat untuk melepaskan kaki kelinci namun semuanya sia – sia, kelinci berbulu abu – abu itu akhirnya tetap mati. Kinan sangat sedih begitu pula dengan adiknya dan keluargnya, kakaknya yang mengetahui bahwa kelincinya sudah mati, langsung ia bela - belain pulang dari Yogya untuk melihat kelincinya yang mati.
            Hari itu sungguh menjadi hari yang sangat menyedihkan dan mengecewakan bagi tiga bersaudara tersebut. Pada saat itu pula Jason juga merasakan sedih yang dirasakan oleh mereka. Tetapi apa daya mereka jika itu memang sudah menjadi kenyataan dan takdir.
           Sebenarnya Kinan dan kedua saudaranya merasa sedikit kecewa sebab kematian kelinci dikarenakan oleh ayahnya yang salah membuat kandang, jadi pada bagian bawah kandang terdapat bambu yang bersela kecil dan hal itu yang membuat kaki kelinci terjepit.
           Namun begitu, mereka semua tidak menyalahkan ayahnya. Dari hal tersebut mereka semua dapat belajar bagaimana seharusnya membuat kandang dengan baik dan mereka sadar bahwa mereka harus menjaga dan merawat binatang dengan lebih baik lagi.

No comments :

Post a Comment