Monday, 15 April 2013

BENAR-BENAR TAK DISANGKA


Gedebruk !! Tiba - tiba laptop yang dibawa oleh Nana jatuh.
“Hei kamu ! Ngak lihat apa ada orang jalan buru-buru” kata Nana dengan merengutkan wajahnya.
“Sorry, aku ngak lihat” jawab Nadia dengan santai.
“Pagi – pagi gini kamu udah mancing ke marahanku ya. Ni lihat laptopku jadi jatuh. Kalau sudah begini, siapa yang mau tanggung?” tanya Nana.
“Aku ngak bawa pancingan tu. Siapa juga yang mau mancing? Tanggung aja sendiri. Beban, beban mu suruh tanggung orang lain” jawab Nadia dengan rasa tidak bersalah.
“Ihh, kamu tu nyebelin banget sih jadi orang. Aku ini lagi buru, ingat urusan kita belum selesai !!” kata Nana.
“Urusan? Huh.” gumam Nadia dalam hatinya.
“Na, rapat OSIS udah dimulai loo.. Kok gak masuk?” tanya Keyla.
“ Lagi ngak mood, jadi gak konsen rapat” jawab Nana.
“Ha,kenapa?” tanya Keyla.
“Tadi di depan sekolah aku ketemu sama adik kelas kita, dia nyenggol laptopku jadi jatuh, tapi dia ngak mau disalahin” jawab Nana.
“Ha? Adik klas berani kayak gitu? Waa, labrak aja Na, gimana?” kata Keyla.
“Mmp, ide bagus tu Key. Oke, nanti waktu istirahat kita labrak bareng, ajak Susi sama Sinta sekalian aja.”  
Istirahat tiba.
Nadia dan teman - temannya keluar dari kelas mencari kelas Nadia.
“Heh,kamu !!” Sapa Nana.
“Aku?” Jawab Vina.
“Bukann” Kata Nana.
“Aku?” Jawab Nadia.
“Iya, kamu.” Kata Nana.
“Napa?” Jawab Nadia.
“Sadar ngak sama apa yang kamu lakuin tadi??” Tanya Nana.
“Sadar” Jawab Nadia.
“Sekarang ganti rugi laptop Nana” Kata Susi,salah seorang teman Nana.
“Ngak mau,tanggung aja sendiri,itu kan bukan salahku tapi salah dia sendiri yang terburu – buru.” Jawab Nadia.
“Iya bener itu salah dia semdiri yg terburu – buru” Bela Sany, teman Nadia, yang tadi pagi melihat kejadian tersebut dari kejauhan.
Semenjak kejadian itu mereka bermusuhan.
Pada saat jelajah alam di sebuah hutan,
“Aaa! Tolong - tolong” Teriak Nana di tempat yang sepi, terpencil dan sendirian.
Pada saat itu pula Nadia sedang berada di tempat terssebut.
“Kok ada suara orang minta tolong ya??” Kata nadia dalam hati karena Nadia hanya berjalan sendirian.
“Tolong - tolong” Teriakan Nana muncul kembali.
Nadia melihat Nana yang sedang berada di tepi tebing. Melihat kejadian tersebut Nadia hendak menolong Nana tetapi karena Nadia teringat kejadian saat awal mereka bertemu Nadia tidak jadi menolong Nana, tetapi akhirnya Nadia menolong Nana.
“Sebentar, aku carikan pertolongan,kak” Kata Nadia dengan pelan.
Dalam hati, Nana terkejut melihat Nadia yang hendak menolongnya.
“Ya, terimakasih” Jawab Nana dengan terbata – bata.
Nadia cepat - cepat mencari pertolongan temannya dan setelah mendapat pertolongan, Nana segera digotong dan di bawa ke puskesmas.
Beberapa selang waktu kemudian,Nana sadar,
“Nadia, terimakasih ya telah menolongku padahal selama ini aku udah jahat sama kamu, aku ngak bisa bayangin kalau tadi ngak ada kamu.” Kata Nana pada Nadia yang duduk di sebelahnya.
“Ya, sama-sama, udah kewajiban kita sesama manusia untuk saling menolong” Jawab Nadia sambil melupakan kejadian yang terjadi pada awal mereka bertemu.
“Mmp, kita sekarang berteman kan??” Tanya Nana dengan penuh harap.
“Oke” Jawab Nana dengan gembira.
Semenjak kejadian tersebut, jelajah alam mereka lalui bersama dan akhirnya mereka menjadi sahabat yang sangat dekat.
Jelajah alam berakhir, semua siswa membereskan tempat dan meninggalkannya untuk kembali ke rumah.
Keesokan pagi nya, pelajaran berlangsung seperti biasa.
Pada saat istirahat, geng Nadia dan Nana berkumpul, mereka ngobrol bareng. Dan akhirnya mereka semua menjadi sahabat.
Waktu kelulusan telah tiba. Nana dan teman - temannya lulus dengan nilai yang memuaskan. Pada saat perpisahan, Nana dan teman - temannya mengucapkan salam perpisahan pada Nadia dan teman - temannya. Meraka menangis bersama. Dan pada saat itu, mereka terakhir kalinya mengucapkan semboyan persahabatan mereka yang berbunyi “Walau kita  jauh ataupun dekat, dalam suka maupun duka, dan dalam apapun juga kita akan tetap bersahabat”.
Dua tahun kemudian, kelulusan Nadia dan teman – teman tiba. Mereka merayakan pesta  perpisahan dengan perasaan yang senang, namun juga sedih, saat itu pula mereka menikmati masa-masa terakhir mereka bertemu, tetapi mereka masih tetap ingat pada semboyan persabatan tersebut.
Nadia kuliah di UI jakarta jurusan kedokteran, tak disangka Nana ternyata juga masuk ke UI. Pada saat mereka bertemu mereka senang dan banyak bercerita mengenang masa-masa SMA mereka.
“Btw,gmna ni kamu udah pnya pacar??” Tanya Nana berbisik.
“Mmp,belom ni,belom ada yang cocok. Kamu sendiri gimana?” Jawab Nadia.
“Udah donk, namanya Sony, ayo kamu cepet nyusul” Kata Nana sambil tertawa.
Mereka saling curhat dan suatu ketika Nadia ada tugas pratek di luar, kebetulan Sony, pacar Nana juga ada praktek di luar.
Karena nadia belum pernah melihat muka Sony, maka pada saat Nadia melihat Sony, Nadia jatuh cinta padanya, dan ternyata Sony juga merasakan hal yang sama, Ia jatuh cinta pada Nadia. Sony pun tidak tahu bahwa orang yang dicintainya sekarang adalah sahabat Nana. Tetapi pada waktu berkenalan Sony menggunakan nama Andi karena banyak orang memangilnya dengan sebutan Andi.
Seiring berjalannya praktek, mereka selalu melakukan sesuatu bersama dan akhirnya Andi menyatakan perasaannya pada Nadia. Mereka pun jadian tanpa ada seseorang pun yang mengetahui termasuk Nana.
Sebenarnya sejak dulu, Sony ingin memutuskan Nana. Ia menyadari bahwa wanita yang sungguh – sungguh dicintainya adalah Nadia bukan Nana. Tetapi ia menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan itu semua karna ia tak mau menyakiti hati Nana.
Tugas praktek berhasil mereka lalui. Nadia sudah tidak sabar ingin bercerita pada Nana jika dirinya sudah mempunyai pacar. Karena mereka sama – sama sudah punya pacar, mereka pun saling bercerita tentang pacarnya. Mereka tidak mengetahui bahwa pacar mereka adalah orang yang sama karena Sony menggunakan nama Andi.
Pada suatu hari, Sony pergi ke rumah Nana, dengan perlahan ia memutuskan Nana. Nana sangat sedih, marah dan kecewa karena setelah setahun lamanya ia ditinggal pergi praktek ia tetap menjaga cintanya pada Sony, tetapi apa balasannya??” Gumam Nana dalam hati.
Nana pun depresi, semua barang di kamarnya dilempar dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah Nadia.
Dia bercerita pada Nadia kalau dirinya telah putus dengan Sony. Nana sangat sangat kecewa dan tak berhenti menangis di depan Nadia. Nadia sebagai sahabat nya juga mersasa sangat sedih dan kecewa.
Tiba – tiba, saat Nadia dan Nana sedang berada di rumah Nadia, Andi datang ke rumah Nadia. Nana langsung kaget ketika melihat Sony datang ke rumah Nadia. Nadia berkata pada Nana.
“Na, kenalin ini Andi, pacarku” Kata Nadia.
“Apa Nad?? Ini pacarmu?? Nad, ini tu pacarku yang mutusin aku barusan” Kata Nana.
Nadia sangat – sangat terkejut. Nana pun langsung keluar dari rumah Nadia dan mencari tempat yg sepi untuk merenung. Kemarahan nana, semakin bertambah, ia mengira bahwa sahabatnya telah menghianatinya, padahal Sony yang salah dalam hal ini, ia mengaku pada Nadia bahwa namanya adalah Andi. Dan Nadia tidak tahu bahwa dirinya dan Nana mempunyai pacar yang sama.
Mereka bertiga akhirnya saling merasa bersalah dan persahabatan Nana dan Nadia menjadi tidak jelas.
Pada suatu hari, Sony memutuskan untuk mengalah dan untuk pergi pulang ke kampung.
Sony menyadari kesalahannya terbesarnya dan ia menuliskan surat untuk orang yang benar-benar dicintainya yaitu surat untuk Nadia.
Pada saat Tony, sahabat Sony pergi ke rumah Sony, ia kaget ketika melihat Sony telah pergi dan meninggalkan surat untuk Nadia. Dengan segera ia pergi ke rumah Nadia untuk memberikan surat tersebut, dan Nadia membuka surat tersebut dengan perlahan. Pada saat itu juga Nana datang ke rumah Nadia dan meminta maaf pada Nadia. Akhirnya mereka bersahat kembali dan saat itu juga Nana jadian dengan Tony karena sebenarnya telah lama Tony memendam rasa pada Nana.
Nadia menyusul Sony yang hendak pergi. Ia mencari Sony ke mana - mana tetapi tidak ketemu. Nadia putus asa dan duduk di suatu tempat. Tiba – tiba ada suara dari belakang yang memanggil Nadia.
“Nad” suara Sony memanggil Nadia dengan berbisik.
Dengan segera Nadia menengok ke belakang.
“Sony??” Jawab Nadia dengan ekspresi kaget.
Sony dan Nadia saling berpelukan. Mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa berpisah dan mereka tidak bisa saling melupakan.
“Tenang Nad, aku ngak akan pergi ninggalin kamu. Aku bakalan tetep ada di sini denganmu, aku akan jaga kamu, dan aku ngak akan pernah bisa lupain kamu” Kata Sony dengan penuh perasaan.
“Iya, aku juga” Jawab Nana.
Akhirnya mereka pun bersatu lagi, Sony, Nadia, Tony dan Nana pun menjadi sahabat yang saling melengakapi satu sama lain.

No comments :

Post a Comment