Gedebruk !! Tiba - tiba laptop yang dibawa oleh Nana jatuh.
“Hei kamu ! Ngak lihat apa
ada orang jalan buru-buru” kata Nana dengan merengutkan wajahnya.
“Sorry, aku ngak lihat” jawab
Nadia dengan santai.
“Pagi – pagi gini kamu udah
mancing ke marahanku ya. Ni lihat laptopku jadi jatuh. Kalau sudah begini,
siapa yang mau tanggung?” tanya Nana.
“Aku ngak bawa pancingan
tu. Siapa juga yang mau mancing? Tanggung aja sendiri. Beban, beban mu suruh
tanggung orang lain” jawab Nadia dengan rasa tidak bersalah.
“Ihh, kamu tu nyebelin
banget sih jadi orang. Aku ini lagi buru, ingat urusan kita belum selesai !!”
kata Nana.
“Urusan? Huh.” gumam Nadia
dalam hatinya.
“Na, rapat OSIS udah dimulai
loo.. Kok gak masuk?” tanya Keyla.
“ Lagi ngak mood, jadi gak
konsen rapat” jawab Nana.
“Ha,kenapa?”
tanya Keyla.
“Tadi di depan sekolah aku
ketemu sama adik kelas kita, dia nyenggol laptopku jadi jatuh, tapi dia ngak
mau disalahin” jawab Nana.
“Ha? Adik klas berani
kayak gitu? Waa, labrak aja Na, gimana?” kata Keyla.
“Mmp, ide bagus tu Key.
Oke, nanti waktu istirahat kita labrak bareng, ajak Susi sama Sinta sekalian
aja.”
Istirahat tiba.
Nadia dan teman - temannya
keluar dari kelas mencari kelas Nadia.
“Heh,kamu !!” Sapa Nana.
“Aku?” Jawab Vina.
“Bukann” Kata Nana.
“Aku?” Jawab Nadia.
“Iya, kamu.” Kata Nana.
“Napa?” Jawab Nadia.
“Sadar ngak sama apa yang
kamu lakuin tadi??” Tanya Nana.
“Sadar” Jawab Nadia.
“Sekarang ganti rugi laptop
Nana” Kata Susi,salah seorang teman Nana.
“Ngak mau,tanggung aja
sendiri,itu kan bukan salahku tapi salah dia sendiri yang terburu – buru.”
Jawab Nadia.
“Iya bener itu salah dia semdiri
yg terburu – buru” Bela Sany, teman Nadia, yang tadi pagi melihat kejadian
tersebut dari kejauhan.
Semenjak kejadian itu
mereka bermusuhan.
Pada saat jelajah alam di
sebuah hutan,
“Aaa! Tolong - tolong”
Teriak Nana di tempat yang sepi, terpencil dan sendirian.
Pada saat itu pula Nadia
sedang berada di tempat terssebut.
“Kok ada suara orang minta
tolong ya??” Kata nadia dalam hati karena Nadia hanya berjalan sendirian.
“Tolong - tolong” Teriakan
Nana muncul kembali.
Nadia melihat Nana yang
sedang berada di tepi tebing. Melihat kejadian tersebut Nadia hendak menolong Nana
tetapi karena Nadia teringat kejadian saat awal mereka bertemu Nadia tidak jadi
menolong Nana, tetapi akhirnya Nadia menolong Nana.
“Sebentar, aku carikan
pertolongan,kak” Kata Nadia dengan pelan.
Dalam hati, Nana terkejut
melihat Nadia yang hendak menolongnya.
“Ya, terimakasih” Jawab
Nana dengan terbata – bata.
Nadia cepat - cepat
mencari pertolongan temannya dan setelah mendapat pertolongan, Nana segera digotong
dan di bawa ke puskesmas.
Beberapa selang waktu
kemudian,Nana sadar,
“Nadia, terimakasih ya
telah menolongku padahal selama ini aku udah jahat sama kamu, aku ngak bisa bayangin
kalau tadi ngak ada kamu.” Kata Nana pada Nadia yang duduk di sebelahnya.
“Ya, sama-sama, udah
kewajiban kita sesama manusia untuk saling menolong” Jawab Nadia sambil
melupakan kejadian yang terjadi pada awal mereka bertemu.
“Mmp, kita sekarang
berteman kan??” Tanya Nana dengan penuh harap.
“Oke” Jawab Nana dengan
gembira.
Semenjak kejadian tersebut,
jelajah alam mereka lalui bersama dan akhirnya mereka menjadi sahabat yang
sangat dekat.
Jelajah alam berakhir, semua
siswa membereskan tempat dan meninggalkannya untuk kembali ke rumah.
Keesokan pagi nya,
pelajaran berlangsung seperti biasa.
Pada saat istirahat, geng
Nadia dan Nana berkumpul, mereka ngobrol bareng. Dan akhirnya mereka semua
menjadi sahabat.
Waktu kelulusan telah
tiba. Nana dan teman - temannya lulus dengan nilai yang memuaskan. Pada saat
perpisahan, Nana dan teman - temannya mengucapkan salam perpisahan pada Nadia
dan teman - temannya. Meraka menangis bersama. Dan pada saat itu, mereka
terakhir kalinya mengucapkan semboyan persahabatan mereka yang berbunyi “Walau
kita jauh ataupun dekat, dalam suka
maupun duka, dan dalam apapun juga kita akan tetap bersahabat”.
Dua tahun kemudian,
kelulusan Nadia dan teman – teman tiba. Mereka merayakan pesta perpisahan dengan perasaan yang senang, namun
juga sedih, saat itu pula mereka menikmati masa-masa terakhir mereka bertemu,
tetapi mereka masih tetap ingat pada semboyan persabatan tersebut.
Nadia kuliah di UI jakarta
jurusan kedokteran, tak disangka Nana ternyata juga masuk ke UI. Pada saat mereka
bertemu mereka senang dan banyak bercerita mengenang masa-masa SMA mereka.
“Btw,gmna ni kamu udah
pnya pacar??” Tanya Nana berbisik.
“Mmp,belom ni,belom ada
yang cocok. Kamu sendiri gimana?” Jawab Nadia.
“Udah donk, namanya Sony,
ayo kamu cepet nyusul” Kata Nana sambil tertawa.
Mereka saling curhat dan
suatu ketika Nadia ada tugas pratek di luar, kebetulan Sony, pacar Nana juga
ada praktek di luar.
Karena nadia belum pernah
melihat muka Sony, maka pada saat Nadia melihat Sony, Nadia jatuh cinta
padanya, dan ternyata Sony juga merasakan hal yang sama, Ia jatuh cinta pada
Nadia. Sony pun tidak tahu bahwa orang yang dicintainya sekarang adalah sahabat
Nana. Tetapi pada waktu berkenalan Sony menggunakan nama Andi karena banyak
orang memangilnya dengan sebutan Andi.
Seiring berjalannya
praktek, mereka selalu melakukan sesuatu bersama dan akhirnya Andi menyatakan
perasaannya pada Nadia. Mereka pun jadian tanpa ada seseorang pun yang
mengetahui termasuk Nana.
Sebenarnya sejak dulu,
Sony ingin memutuskan Nana. Ia menyadari bahwa wanita yang sungguh – sungguh
dicintainya adalah Nadia bukan Nana. Tetapi ia menunggu waktu yang tepat untuk
mengatakan itu semua karna ia tak mau menyakiti hati Nana.
Tugas praktek berhasil
mereka lalui. Nadia sudah tidak sabar ingin bercerita pada Nana jika dirinya
sudah mempunyai pacar. Karena mereka sama – sama sudah punya pacar, mereka pun
saling bercerita tentang pacarnya. Mereka tidak mengetahui bahwa pacar mereka
adalah orang yang sama karena Sony menggunakan nama Andi.
Pada suatu hari, Sony pergi
ke rumah Nana, dengan perlahan ia memutuskan Nana. Nana sangat sedih, marah dan
kecewa karena setelah setahun lamanya ia ditinggal pergi praktek ia tetap
menjaga cintanya pada Sony, tetapi apa balasannya??” Gumam Nana dalam hati.
Nana pun depresi, semua
barang di kamarnya dilempar dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah Nadia.
Dia bercerita pada Nadia
kalau dirinya telah putus dengan Sony. Nana sangat sangat kecewa dan tak
berhenti menangis di depan Nadia. Nadia sebagai sahabat nya juga mersasa sangat
sedih dan kecewa.
Tiba – tiba, saat Nadia
dan Nana sedang berada di rumah Nadia, Andi datang ke rumah Nadia. Nana langsung
kaget ketika melihat Sony datang ke rumah Nadia. Nadia berkata pada Nana.
“Na, kenalin ini Andi,
pacarku” Kata Nadia.
“Apa Nad?? Ini pacarmu??
Nad, ini tu pacarku yang mutusin aku barusan” Kata Nana.
Nadia sangat – sangat
terkejut. Nana pun langsung keluar dari rumah Nadia dan mencari tempat yg sepi
untuk merenung. Kemarahan nana, semakin bertambah, ia mengira bahwa sahabatnya telah
menghianatinya, padahal Sony yang salah dalam hal ini, ia mengaku pada Nadia bahwa
namanya adalah Andi. Dan Nadia tidak tahu bahwa dirinya dan Nana mempunyai
pacar yang sama.
Mereka bertiga akhirnya saling
merasa bersalah dan persahabatan Nana dan Nadia menjadi tidak jelas.
Pada suatu hari, Sony
memutuskan untuk mengalah dan untuk pergi pulang ke kampung.
Sony menyadari kesalahannya
terbesarnya dan ia menuliskan surat untuk orang yang benar-benar dicintainya
yaitu surat untuk Nadia.
Pada saat Tony, sahabat
Sony pergi ke rumah Sony, ia kaget ketika melihat Sony telah pergi dan
meninggalkan surat untuk Nadia. Dengan segera ia pergi ke rumah Nadia untuk memberikan
surat tersebut, dan Nadia membuka surat tersebut dengan perlahan. Pada saat itu
juga Nana datang ke rumah Nadia dan meminta maaf pada Nadia. Akhirnya mereka
bersahat kembali dan saat itu juga Nana jadian dengan Tony karena sebenarnya
telah lama Tony memendam rasa pada Nana.
Nadia menyusul Sony yang
hendak pergi. Ia mencari Sony ke mana - mana tetapi tidak ketemu. Nadia putus
asa dan duduk di suatu tempat. Tiba – tiba ada suara dari belakang yang
memanggil Nadia.
“Nad” suara Sony memanggil
Nadia dengan berbisik.
Dengan segera Nadia
menengok ke belakang.
“Sony??” Jawab Nadia
dengan ekspresi kaget.
Sony dan Nadia saling
berpelukan. Mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa berpisah dan mereka tidak
bisa saling melupakan.
“Tenang Nad, aku ngak akan
pergi ninggalin kamu. Aku bakalan tetep ada di sini denganmu, aku akan jaga
kamu, dan aku ngak akan pernah bisa lupain kamu” Kata Sony dengan penuh
perasaan.
“Iya, aku juga” Jawab
Nana.
Akhirnya mereka pun bersatu
lagi, Sony, Nadia, Tony dan Nana pun menjadi sahabat yang saling melengakapi
satu sama lain.
No comments :
Post a Comment